Sorry

“Kayla, sorry,” ucap Kenzo seraya menahan tangan Kayla. Kenzo berhasil mengejar Kayla walaupun nafasnya harus terengah-engah karena berlari.

Kayla menatap Kenzo. “Sorry?” Tanya Kayla dengan nada tegas. Kenzo sedikit kebingungan kenapa nada bicara Kayla tidak seperti biasanya.

“Ya, sorry Kayla. Tadi gue gak bermaksud buat sama Laura,” jelas Kenzo.

Kayla tersenyum. “It's okay, not my problem,” Jawab Kayla lalu melangkah pergi meninggalkan Kenzo.

“What?” Bingung Kenzo. Dia bingung dengan nada bicara dan tingkah laku seorang Kayla. “Lo marah kay?” Tanya Kenzo pada dirinya sendiri.


Kayla menghentikan langkahnya ketika merasa bahwa Kenzo tidak mengikuti dirinya sendiri. “I'm not Kayla,” monolog Kayla.

Mata Kayla menatap ke lapangan, ia melihat 2 cowo dan 2 cewe yang pernah ia lihat sebelumnya. Dengan langkah yang santai Kayla menghampiri orang tersebut.

“Hai kak,” sapa Kayla dengan ramah.

Mereka menoleh ke arah Kayla. “Hai,” sahut salah satu cowo dari mereka.

“Lo adik Haris, yang di hate habis-habisan di base kan?” Tanya seorang cewe ke Kayla.

Kayla mengangguk, matanya menuju ke sebuah kotak susu yang belum di sentuh sama sekali di meja depan mereka.

“Ya, itu kak Haris, bonyok oleh kalian bukan?” Tunjuk Kayla. Mereka melihat serentak kearah dimana Kayla menunjuk.

Kesempatan itu di gunakan dengan baik oleh Kayla. Ia menukar kotak susu yang ada di depan mereka dengan susu yang ada di kantongnya.

Tepat di mana Kayla berhasil menukar susu tersebut, mereka berempat kembali menoleh ke Kayla. “Terus?” Tanya mereka serentak.

“Nothing,” Jawab Kayla dengan tegas lalu pergi dari hadapan mereka.

Kayla tersenyum simpul ketika sudah menjauh dari mereka. “I'm Queen, so Kayla, Lo harus seperti gue. Jangan lemah!” Monolog Kayla, ah tidak Queen.

Setelah melihat Kenzo yang sedang berduaan dengan Laura, Queen berhasil mengambil alih diri Kayla. Dia yang menjalankan semua aksi tadi, tidak Kayla, Kayla tidak akan pernah bisa melakukan hal ini.