Susu, Merah?

“Jadi kenapa ibu memanggil wali Kayla ke sekolah? Tanya Tristan setibanya mereka di ruang guru.

“Jadi gini pak, sebelum itu boleh saya tau anda siapa?” Tanya sang guru ke Tristan.

“Saya Tristan Abang kedua Kayla,” Jawabnya. Sang guru mengangguk.

“Saya Ema, panggil saja Miss Ema,” ucap Miss Ema memperkenalkan diri. “Saya selaku wali kelas dari Kayla,” sambungnya.

“Pada saat kejadian murid jatuh dari lantai 3 yang bertepatan di perpustakaan, ada salah satu murid yang bersaksi bahwa Kayla hendak ke perpustakaan. Apa itu benar Kayla?” Tanya Miss Ema.

Dengan muka polos dan tenang Kayla mengangguk. “Eum ! Kayla memang ke Perpustakaan, kaya tidak tau bahwa perpustakaan tutup. Dan Kayla melihat susu, merah keluar,” Jawab Kayla dengan tenang.

Miss Ema sedikit kebingungan. “Susu, merah?” Tanyanya.

“Itu kata lain yang di ciptakan Kayla untuk darah,” Jawab Tristan memperjelas.

Miss Ema mengangguk, lalu ia permisi untuk memanggil seseorang di luar.

Tristan tersenyum ke arah adiknya. “Jangan takut kalo gak salah,” ucap Tristan menenangkan Kayla.

Kayla mengangguk dan membalas senyuman abangnya.

“Ini Fitri teman dari Dewi yang menjadi korban kemarin,” kata Miss Ema setelah masuk dengan seorang siswi yang gelagatnya sedikit panik.

Kayla melihat siswi tersebut lalu memberikan senyuman manis. “Miss saya yakin dia kemarin pas di bawa megang susu, saya yakin Miss,” keluh Fitri dengan panik.

Miss Ema menenangkan Fitri lalu membawanya duduk di sebelah dirinya. “Apa benar kamu memegang susu saat itu?” Tanya Miss Ema ke Kayla.

Kayla lagi-lagi mengangguk. “Di depan perpustakaan ada Vending machine, Kayla beli di situ Miss,” Jawab Kayla.

Fitri menatap Kayla dengan tatapan tajam. “No! Itu punya Dewi, kamu memegang susu strawberry punya Dewi!” Bentak Fitri.

Tristan menatap Fitri dengan tatapan tajam mengintimidasi. “Jangan sampai tuduhan bodoh mu itu membuat saya marah,” ancam Tristan membuat Fitri menciut.

“Tenang semuanya,” Ucap Miss Ema. “Apa benar itu punya dewi?” Tanya Miss Ema lagi.

Kini Kayla menggeleng dengan yakin. “Kayla membeli susu vanilla, Kayla memberinya ke ezo,” Jawab Kayla.

“Ezo?”

“Kenzo Jauzan,” Jawab Tristan.


“Iya benar, saya tidak suka susu strawberry dan kemarin Kayla menawarkan saya Susu vanilla,” Ungkap Kenzo ketika di tanya oleh Miss Ema.

Miss Ema mengangguk. “Kamu boleh keluar,” ucap Miss Ema mempersilahkan Kenzo untuk keluar.

Kenzo menatap Kayla, begitu juga dengan Kayla. Kenzo hendak memegang bahu Kayla namun di urungkan karena tatapan tajam dari Tristan seakan-akan siap untuk memanggangnya. “Semangat!” Seru Kenzo menyemangati Kayla.

“Iya ezo,” Jawab Kayla.

Kenzo melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut. “Jadi gimana?” Tanya Tristan ke Miss Ema.

“Apa benar itu Kayla Fitri?” Kini Miss Ema bertanya ke Fitri yang sedang menunduk.

“Dewi gak suka susu vanilla, dia akan muntah-muntah,” Jawab Fitri dengan suara yang pelan.

Tristan tertawa sinis mendengar jawaban Fitri. “Cukup adik saya Haris yang saya diamkan ketika kalian diam melihat dia di bully,” ucap Tristan dengan nada rendah mengancam. “Jika kalian berani menuduh Kayla dan memperlakukan Kayla sama buruknya seperti murid yang lain-”

“Kak,” panggil Kayla menenangkan Tristan. Namun Tristan malah membelai rambut sang adik, dan berdiri dari duduknya.

“Jangan harap sekolah kalian akan aman,” ancam Tristan lalu menarik Kayla pergi dari ruangan tersebut.


!(https://i.imgur.com/C4ewMYQ.jpg)