Tak menyangka

Lucy dan Haechan sedang menghadapi 10 bodyguard dengan body yang sangat gagah, bahkan mereka hampir kewalahan, muka mereka sudah babak belur. Namun tidak ada kata mundur.


Disisi lain, Jaemin dan Renjun menyaksikan aksi Lucy dan Haechan melalu kamera yang dibawa oleh robot nyamuk kecil yang tersambung ke spider laptopnya Jaemin.

“Gebukin, tendang, aduh Lucy, aduh itu kepala Haechan.” Seru Renjun. Begitulah kegaduhan yang ada di mobil.

“Lo gak bantu apa-apa Njun?” Tanya Jaemin.

“Selain bantu doa, gue bantu ngobatin mereka nanti,” Jawab Renjun dengan santai. Mendengar jawaban Renjun, Jaemin hanya menghela nafas dan menggelengkan kepalanya pasrah.


“Hwuuuuuu,” seru Lucy, kini mereka hanya tinggal mengalahkan 5 orang lagi, 5 orang lainnya sudah terkapar di lantai. Punggung Lucy dan Haechan kini saling menempel.

Haechan melirik ke arah Jeno. “Jen Lo mau makan gaji buta?” Lontaran Haechan, membuat Bella, Lia dan papanya terkejut dan melihat ke arah Jeno.

“Ya kali gue juga pengen dapet duit hahaha,” ejek Jeno, lalu melepas rangkulan Bella yang ada di lengannya.

“Jeno!” Teriak Bella.

Kini Jeno bergabung dengan Lucy dan Haechan, mereka bertiga bekerjasama mengalahkan 5 orang lagi.

Setelah pertarungan yang cukup lama dan cukup ketat, akhirnya mereka bertiga berhasil mengalahkan 10 bodyguard itu.

Lucy dan Haechan terduduk, dan nafas tersedu-sedu karena kecapekan.

Bella yang melihat aksi mereka mengepalkan tangannya, lalu hendak menghampiri Winter.

“Lo pasti temen mereka juga kan, maka dari itu gue bakalan ngebunuh Lo bajingan!” Bentak Bella sambil berlari dan mengangkat pisau yang ada ditangannya menuju ke arah Winter.

Ketika pisau yang ada ditangan Bella hendak menyentuh kulit winter, dengan cepat Lia menepis tangan Bella. Bella sedikit kaget atas kelakuan Lia, kenapa dia melakukan itu?

“L—lia? Lo sahabat gue, seharusnya Lo bela gue bantu gue!” Teriak Bella.

Lia hanya menggelengkan kepalanya, lalu melirik ke arah Jeno.

Jeno yang paham akan maksud Lia, dia segera mengeluarkan handphonenya, dan memutar rekaman suara Bella dengan Jeno.

“Jen, Lo tau gak? Sebenernya gue tuh gak mau sahabatan sama Lia, sebenernya gue dipaksa doang sama mama gue. Karena mama Lia tuh dokter kecantikan, punya rumah sakit, dengan begitu mama gue dengan mudah bisa menjual produknya ke mama Lia.”

“Dan Lo tau Jen? Sebentar lagi juga mama Lia bakalan di penjara, soalnya di salah satu produk yang dia beli bukan dari mama gue, udah ditambah racun sama gue. Dan gue yakin sebentar lagi bakalan ada yang nuntut hahahahaha.”

“Dengan begitu, cuman gue satu-satunya orang kaya di sekolah.”

Begitulah isi rekaman suara Bella. Bella menangis, dan terjatuh keadaannya sangat lemas, bahkan bisa di bilang untuk bernafas pun dia sangat takut. Gimana tidak? Papanya pasti akan menghukum dia, karena kekacauan ini.