Tenang

Seorang wanita berdiri tepat di depan 3 makam yang berderet di sana.

Di ketiga batu tersebut tertulis nama-nama mereka. “Lee Taeyong R-A001, Winter IR-A004, Haechan IR-A003,” Ucap wanita tersebut membaca satu persatu nama mereka.

“Hei,” suara berat dari seorang pria menyadarkannya dari lamunan, ia segera membalikkan badan dan melihat siapa sang pemilik suara tersebut.

Ia tersenyum melihat sang pemilik suara berat itu. “Hai Jen,” sapanya.

Pria yang bernama Jeno itu menghampirinya dan berdiri tepat di sampingnya ikut menatap 3 makam itu.

“Mereka sudah beristirahat dengan tenang,” ucapnya di saut anggukan oleh wanita itu.

“Lusi,” panggilnya. Ternyata wanita itu bernama Lusi. Wanita yang bernama Lusi itu menoleh ke arahnya. “Ya?” Tanyanya.

“Ini,” ujarnya seraya menyerahkan sebuah Handphone.

Lusi mengambil handphone itu dari tangan Jeno. “Thanks,” ucapnya.

Jeno mengangguk. “Gue duluan ya, jangan lama-lama disini,” ucapnya berpamitan.


Lusi melangkahkan kakinya, ia duduk di antara makan Winter dan Haechan. “Kita nonton sama-sama ya,” monolognya lalu ia memutar sebuah video dari Handphone yang di berikan oleh Jeno tadi.