Terimakasih
Klick
Suara pintu terbuka, Jendral baru saja membuka pintu apartemennya, kini ia masuk ke dalam apartemen dimana ia dan keluarga kecilnya tinggal.
Ia melihat sang buah hati sedang bermain di dunianya sendiri sambil mengoceh tidak jelas, namun itu sangat menggemaskan.
“Syifa sayang, ayah pulang,” sapa Jendra samgil menghampiri Syifa.
Syifa yang sadar dengan kepulangan ayahnya, ia segera menoleh ke ayahnya dan senyum dengan sangat lebar. “Yayah,” celotehnya.

Jendral segera menggendong buah hatinya dengan hati-hati, mencium pipi gembulnya yang sangat menggemaskan. “Beneran kamu manggil Yayah?” Tanyanya masih belum Percaya.
“Yayah,” celotehnya lagi sambil memainkan hidung jendral.
Zanna yang baru saja muncul di ruang tengah sambil membawa botol susu untuk Syifa sedikit kaget melihat ayah dan anaknya.
“Kamu udah pulang by, kapan?” Tanya Zanna.
“Come,” ucap Jendra merentangkan satu tangannya, dan satu tangan menggendong Syifa.
Zaffa sedikit keheranan, namun ia tetap datang dan masuk ke pelukan jendral. “Terimakasih atas semuanya, terimakasih,” ucap jendral seraya mengecup kening istrinya berkali-kali.
Zanna mendongakkan kepalanya melihat mata jendral berair, ia tersenyum menangkup pipi jendral. “Jangan nangis Yayah,” Kata Zanna menenangkan Jendral.
Namun perkataan Zanna semakin membuat air mata jendral mengalir, ia sedang menangis bahagia. Sangat bahagia dengan keluarga kecilnya sekarang.
“Aku di terima kerja sayang,” ucap jendral tiba-tiba. Zanna yang terkejut langsung memeluk pinggang jendral sangat erat.