Thank you

Agent Irregular lainnya baru saja sampai dimana Lucy di siksa habis-habisan, mereka mendapatkan informasi dari Taeyong, dan menyuruh menyelamatkan Lucy segera.

Renjun, Jaemin, Haechan dan juga Winter kini berada di depan pintu ruangan tersebut. Mereka terdiam sejenak ketika mendengar suara tembakan yang berasal dari dalam ruangan.

Kaki winter melemah, dia bahkan sampai kehilangan keseimbangan diri ketika mendengar suara tembakan itu. “Gak mungkin,” Gumam Winter sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tangan.

Haechan membuka pintu ruangan tersebut, lalu mereka bertiga memasuki ruangan disusul oleh winter di belakangnya.

Semua terkaget melihat apa yang ada di ruangan tersebut. Jaemin terduduk lemas, Renjun yang tidak bernafas sama sekali melihat semua ini, Haechan sudah tidak bisa menahan tangisnya, begitu pula dengan winter, terduduk lemas tepat di depan jasad Lucy.

Yang mereka lihat adalah seorang wanita mirip seperti Lucy, badan, pakaian, dan juga aksesoris. Mirip? Iya mirip, karena Agent Irregular tidak dapat memastikan apakah yang mereka lihat adalah Lucy.

Jasad Lucy di temukan tanpa kepala, isi kepala yang berserakan, darah dimana-mana. Mereka yakin bahwa Lucy menembak dirinya sendiri ketika melihat sebuah pistol tergelatak disana.

Winter menghampiri jasad Lucy, ia memeluk badan Lucy, menangis tersedu-sedu. “Lucy maafin gue Lucy, semua gara-gara gue,” sesal winter.

Haechan tidak dapat menahan rasa sakit di dadanya, tangisannya semakin pecah, Renjun yang bisa mengendalikan diri ia berusaha menenangkan Haechan.

Begitupun dengan Jaemin ia bertugas menenangkan winter, yang sedari tadi menyesali perbuatannya di depan jasad Lucy.

Manik mata Jaemin tertarik pada sebuah kertas yang ada pada genggaman tangan jasad Lucy. Ia segera mengambil dan membuka. Kertas tersebut.

Jaemin meneteskan air mata ketika melihat isi dari kertas itu.

Thank you -Lucy

Ruangan tersebut penuh dengan isakan Agent Irregular yang masih bertahan, sampai beberapa saat kemudian datang beberapa orang suruhan Johnny dan mengambil jasad Lucy.

“Noooooooo,” teriak winter berusaha menahan, namun sia-sia. Kini jasad Lucy telah dibawa oleh orang suruhan Johnny.