The past

Lucy Pov

Sekarang waktu menunjukkan pukul 1 malam, semua Agent Irregular telah terlelap beristirahat setelah misi yang sangat panjang.

Namun tidak dengan gue, terlalu banyak pikiran yang menghantui gue, sehingga memejamkan mata pun enggan.

Sekarang gue berada di rooftop markas 127'A. Melamun memikirkan hal yang tidak tau apa kejelasannya.

“Hei,” sapa seseorang memecahkan lamunan gue.

Gue membalikkan badan untuk melihat siapa orang tersebut, ternyata dia adalah Jeno. Gue tersenyum menyambut kedatangan dia.

Jeno duduk disamping gue dengan secangkir kopi di tangannya. “Not sleeping?” Tanyanya.

Gue menggeleng, “Not yet,” Jawab gue.

Jeno menganggukkan kepalanya lalu meneguk tegukan terakhir kopi yang ada di cangkirnya.

“Something's bothering you?”

“The past,” Gumam gue yang bahkan hampir tidak terdengar, namun ajaibnya Jeno bisa mendengar itu.

“Why? Kenapa dengan masa lalu?” Tanyanya memastikan.

Gue memicingkan mata ke arah yang tidak tertuju, lalu menganggukkan kepala lemah. “Hanya masa lalu yang buruk,” Jawab gue sambil tersenyum.


Tidak ada satupun obrolan antara kami berdua, keheningan berada di antara kami. Gue hanya melamun menatap bintang, dan Jeno melihat aneh tentang gerak-gerik gue.

“Apa tanggapan mu tentang Virginity?” Tanya gue tiba-tiba membuat Jeno shock.

Dapat gue lihat Jeno tidak tau untuk menjawab apa tentang pertanyaan gue. Gue terkekeh melihat ekspresi dia.

“Santai aja Jen,” ucap gue.