War
Januar dan Tristan berjalan beriringan ketika sampai di sebuah bangunan tua di Spanyol.
Mereka baru saja mendapatkan laporan bahwa ada satu kelompok yang menyerang.
Ketika Januar dan Tristan masuk ke dalam bangunan tersebut, alangkah terkejutnya mereka melihat beberapa dari kelompok itu sudah terpapar lemah, bahkan ada yang terpisah dengan kepalanya. Semuanya itu di lakukan oleh adik-adik mereka.
“Good job,” Puji Tristan lalu segera menembak seseorang yang berusaha menyerang Thomas dari belakang.
Thomas yang sadar menatap Tristan. “Terimakasih,” Ucapnya. Lalu ia berdiri di atas tubuh orang itu, tangan kanan yang memegang pisau lumayan besar ia gunakan untuk merobek baju orang itu.
“Tidak sopan,” Sarkas Thomas lalu ia menggunakan pisau yang sama untuk menyayat perut orang yang sudah mati di bawah dia. Perbuatan ia menyebabkan perut orang itu sobek, hingga organ tubuhnya kelihatan. “Saya tidak suka orang sopan,” Sambung Thomas.
Januar mengeluarkan sebuah smirk di bibirnya, ia sangat bangga melihat Abang dan adik-adiknya berhasil melawan kelompok aneh yang menyerang mereka.
War antara mereka di lakukan dengan membabi-buta, Jack tidak segan-segan memukul kepala lawannya dengan sebuah palu sehingga kepala lawan yang ia hadapi pecah dan berceceran dimana-mana.
Begitupun dengan Yuda dan Jeffery, mereka tidak segan-segan untuk memutilasi lawan mereka, seperti sekarang dengan pedang kebanggaan Yuda ia memotong anggota tubuh lawannya dengan habis, aksi itu di bantu oleh Jeffery.
Lawan yang araster Zone hadapi sekarang bukan lawan yang kecil, bahkan dengan 8 orang pun mereka mendapatkan luka walaupun sedikit.
Januar berhasil membuat bos mereka berlutut lemah membelakangi dia. “Siapa kalian?” Tanya Januar dengan nada mengintimidasi.
Orang tersebut terkekeh meremehkan pertanyaan Januar. “Sepertinya kamu sudah tau Januar,” Jawabnya.
Dengan cepat Januar menyayat leher orang itu, membuat dia tewas seketika. “Bang Janu awas!” Teriakan Daffa membuat Januar membalikkan badannya.
Dorr
Suara tembakan berhasil memenuhi ruangan di mana mereka berada.
Peluru tersebut mendarat tepat di perut Januar, membuat Januar jatuh.
Dengan penuh amarah, Tristan menghabisi orang yang baru saja menembak Januar. Dengan begitu kelompok yang menyerang mereka telah habis di bantai.
Araster Zone berlari menghampiri Januar, tidak perduli rasa sakit yang mereka terima.
“Jaga Kayla ya.” Ucapan itu yang keluar dari mulut Januar sebelum ia benar-benar memejamkan matanya.
Tristan mengambil tongkat baseball yang ada di tangan Marva, memukul-mukul tongkat tersebut di perut Januar. “Gak usah drama, Lo pake pelindung peluru,” Gerutu Tristan.
Dengan tampang tidak berdosa nya Januar tersenyum membuat adik-adiknya dan kedua abangnya mengeluarkan semua senjata yang mereka pakai tadi, dan mengarahkan ke Januar.
“Yaudah lebih baik mati,” Ucap Januar lalu berakting seakan-akan sudah mati terbunuh.