Winter ⚠️
Winter dibawa ke sebuah ruangan, dimana sudah banyak cewe dengan pakaian seksi. Yang winter tau mereka adalah siswi umbrella high school.
“Kamu winter kan?” Tanya salah satu cewe disitu.
Winter mengangguk pelan. “Lo udah berapa lama disini?”
Cewe itu tersenyum miring. “1 Minggu, selama 1 Minggu gue udah memohon untuk di bunuh saja.”
Namun nyatanya seberapa keras pun mereka disiksa mereka tidak akan di bunuh, karena mereka adalah supply Human trafficking orang yang tak punya hati.
“Kalian tau siapa biang kerok ini semua?” Tanya winter.
Mereka menggeleng, lalu salah satu dari mereka kembali bicara. “Yang gue tau, gue sampe disini setelah membuat kesepakatan dengan Bella.”
“Btw Win, gue lihat Lo dikelas gak pernah pake kaca mata, kenapa disini pake?” Tanyanya.
“Oh, gue biasa pake lensa kontak sih heheeh.”
Setelah mereka saling berbicara, beberapa pria berbadan besar masuk ke dalam ruangan tersebut. Ditangan mereka ada beberapa alat, ada cambuk, dan juga Vibrator.
Winter bergelik ngeri melihat mereka, dia sangat takut. Salah satu dari mereka mendekat ke winter, dia meng-smirk ketika melihat winter.
“Jadi namamu winter? Nama yang bagus,” Ucapnya sambil mengelus pipi Winter. Winter hanya bisa menatap dengan tatapan tajam, karena tangannya terikat dia tidak bisa melawan.
Winter memejamkan matanya, mendengar suara teriakan kesakitan memenuhi ruangan.
Dia melirik ke sekitar, melihat cewe yang ada di ruangan tersebut, sudah di pasangi Vibrator pada kemaluannya. Dan beberapa dari mereka bahkan sampai dicambuk, dijadikan layaknya binatang.
“Gimana sebelum di jual, kamu saya coba dulu?” Tanya pria tersebut dengan tangan yang membelai rambut winter.
Winter hanya memejamkan matanya dan meneteskan air mata ketakutan.
Tringggg tringggg
Suara telfon dari saku pria yang sedari tadi memegang winter, membuat fokusnya terpecah. Dia segera mengangkat telfon tersebut.
“Halo non,” sapanya kepada seseorang yang ada diseberang telfon.
“Jangan sentuh winter, jangan sampe dia luka,“Perintah seseorang dari balik telfon.
“Kenapa non?”
“Hanya lakukan perintah saya! Jangan hanya tanya!”
Telfon dimatikan secara sepihak oleh sang penelepon, membuat pria tersebut sangat kesal.
Pria tersebut kembali menghampiri winter. “Lo siapa? Kenapa gue gabisa nyentuh Lo?”
“Nanti juga Lo tau siapa gue?” Sarkas Winter.
“Wow bangsat, yoklah gue pengen bacok tuh cowo berani-beraninya nyentuh winter!” Bentak Lucy dari mobil.
“Sabar,” tutur Haechan.