Panglimakun

Lucy, Haechan dan Jaemin bergegas menuju sekolah untuk menjemput Renjun.

Dilain sisi Renjun sudah sangat gelisah, walaupun dia menyuruh temannya untuk tenang dan santai, namun dirinya sendiri tidak bisa santai sangat panik.

Renjun melihat mobil yang berisikan Lucy dan kedua teman lainnya menuju kearahnya dia segera melambaikan tangan memberi tanda.

Renjun segera naik ke mobil ketika mobil itu di berhentikan oleh Lucy. Renjun menghela nafas ketika dirinya sudah naik dan duduk di kursi penumpang belakang di samping Jaemin.

“Jelasin semuanya ke kita, kenapa kalian gak kasih signal sama sekali,” ucap Lucy menagih penjelasan.

Renjun menjelaskan semuanya dari pertama hingga akhir, seperti dugaan mereka, Bella memang menjadikan bahan bullyannya sebagai target Human trafficking oleh ayahnya.

“Jadi Winter di ajak sama Bella dan di janjikan bahwa dia akan bergabung ke gengnya Bella, tapi dia harus ikut terlebih dahulu,” jelas Renjun.

“Terus kemana Jeno?” Tanya Jaemin.

“Jeno gak bisa ikut, dan dia berusaha mengalihkan perhatian Bella dengan mengajak Bella kencan, sekalian mencari informasi baru.”

“Kenapa? Kenapa dia gabisa ikut?” Protes Haechan.

“Karena kita Dimata-matai,” Teriak Renjun, Renjun merebahkan badannya ke sandaran kursi emosi dia sangat tidak stabil sekarang.

Lucy, Haechan dan Jaemin bingung, apa mata-mata yang dimaksud adalah orang yang sama yang mengikuti mereka tadi?

Haechan, Lucy, dan juga Jaemin segera bergerak ketika Jeno memerintah. Sekarang mereka sedang menuju ke titik koordinat yang di curigai oleh Lucy.

Di dalam mobil, Jaemin tetap berkutik dengan spider laptopnya, Haechan yang sedang menyiapkan sebuah kamera dan juga alat penyadap, dan Lucy yang sedang mengendarai mobil.

Beberapa menit kemudian mereka sampai ke titik koordinat yang di tuju, Lucy memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari tempat itu agar tidak ada yang mencurigakan.

“Kalian lihat sesuatu?” Tanya Haechan, mencurigai sesuatu yang ada didepan mereka.

“Lo curiga juga dengan mobil itu?” Tanya Lucy.

“Sedari tadi dia ngikutin kita gak sih?” Tambah Jaemin.

“Nah bener, tapi mereka bego kenapa kaca mobilnya harus yang terang, dengan begini kan gue bisa mudah memfoto nya,” Ejek Haechan, lalu mengangkat kamera yang dia pegang dan memotret mobil yang ada didepan mobil mereka.

Setelah menunggu sekian lama, ada sebuah mobil yang berhenti di depan gerbang masuk ke dalam titik koordinat yang mereka tuju.

2 orang pria berbadan besar dan juga 1 wanita seumuran mereka keluar dari mobil tersebut. Lalu satu pria berbadan besar itu menuju ke bagasi mobil dan mengeluarkan seorang cewe.

“WINTER!” Teriak mereka bertiga serentak

Jska