Bisnis
Setelah ikatan tangan winter terlepas, dia berjalan menghampiri Lucy, Haechan dan Jeno. Begitu juga dengan Lia, dia sangat ketakutan, dengan perasaan yang campur aduk dia bersembunyi di sebalik badan Jeno.
“Siapa kalian?” Tanya Pak Kim atau kepala sekolah umbrella high school.
Jeno tersenyum, lalu melangkahkan kakinya sedikit menghampiri Pak Kim. “Kami? Tentu saja pengincar duit.”
“Apa mau kalian?” Pak Kim sedikit takut dengan keadaan sekarang, namun dia berusaha untuk menggertak Irregular Agent.
Jeno tertawa, lalu ia membalikkan badannya dan mengulurkan tangannya meminta sesuatu kepada Haechan. Seperti mengerti apa yang di maksud Jeno, Haechan segera menyerahkan sebuah benda berbentu Handphone. Namun itu bukanlah Handphone.
Setelah mendapatkannya Jeno segera menghidupkan alat tersebut, munculah sebuah virtual hologram. Dari virtual hologram tersebut terdapat semua data yang mereka curi dari ruangan rahasia pak Kim.
“Lucy, ini keahlian Lo,” Ujar Jeno. Dengan cepat Lucy melangkahkan kakinya dan menghampiri pak Kim.
“Bapak lihat data di depan? Data uang korupsi, pencucian uang, dan juga—” ucapan Lucy terpotong, dan menyuruh Jeno menampilkan data berikutnya.
Kini virtual hologram tersebut menampilkan sebuah video. “Memperkosa murid, memperjual wanita, seorang bos geng, menyiksa orang-orang tidak berdosa,” Jelas Lucy sambil berjalan mengelilingi badan pak Kim.
Kini Lucy berada tepat di depan pak Kim, netra mereka saling bertemu. “Bagaimana jika semua yang baru saja anda lihat, saya serahkan ke jaksa?”
“J—jangan,” lirih pak Kim.
“Oke, mau berbisnis?”
Pak Kim mengangguk dengan cepat mengiyakan tawaran dari Lucy.
“10 Juta dollar, harus ada dalam waktu 10 menit, harus cash.”
Dengan cepat, pak Kim mengambil handphone-nya dan menelepon seseorang.
Lucy kembali menghampiri Haechan, winter, dan juga Jeno.
“Ini melenceng dari rencana kita kan?” Tanya Winter.
Lucy hanya mengangguk, dan melihat kearah Jeno, mereka saling melemparkan senyum bangga atas dirinya sendiri.
“Wait,wait ini bukan dari rencana pertama kan? Duit buat apa?” Tanya Jaemin.
“Lo nanya sama gue? Gue nanya sama siapa?” Jawab Renjun. Dengan cepat Jaemin menoyor kepala Renjun.
“Apa mereka ada niatan berkhianat?” Celetuk Renjun.
“Otak Lo gapernah bener ye.”


