Akhiri
Lucy menyetir mobil mereka dengan kecepatan tinggi, mereka sekarang akan menuju ke lab yang dimana presiden Lee dan atasan Choi kemungkinan akan bertemu.
Tringg
Suara Handphone Lucy berbunyi, ia mengode Jeno agar mengangkat telepon tersebut.
“Halo,” Sapa Jeno.
Jeno segera mengspeaker. “Bagus, kalian berhasil,” puji seseorang dari balik telepon.
“Terimakasih tuan Taeyong, apa yang harus kami lakukan sekarang?” Tanya Lucy.
“Setelah ini, mungkin saya akan berakhir. Tugas kalian, selamatkan diri kalian sendiri. Akhiri ini semua, tetaplah bersama, saya bangga sama kalian,” ucap taeyong dengan nada yang kuat, kelihatan benar-benar bangga dengan Agent Irregular.
“Bertahan sampai akhir tuan,” tutur Lucy.
“Lucy, Johnny bangga sama kamu, kamu tidak pernah benci sama dia bukan?” Tanya Taeyong mengalihkan pembicaraan.
Lucy tersenyum simpul dengan pandangan fokus ke jalanan. “Saya gak pernah benci sama Abang saya sendiri, saya tau yang dia lakukan ini hanyalah paksaan, berat bagi dia, dan bagi kalian,” lirihku.
“Maka dari itu akhiri, tidak masalah bagi kami jika harus di penjara, atau mati. Penjara tidak begitu buruk bukan begitu Jeno?” Jeno sedikit tersentak dengan pertanyaan Taeyong, ia menarik nafas perlahan. “Ia tuan,” jawabnya pelan.
“Sampai Jumpa,” pamitnya lalu telepon tersebut mati sepihak.

