Mereka telah sampai ke tujuan, tujuan terakhir aksi mereka adalah sebuah Hotel bernama Umbrella, sama seperti dengan nama sekolah neraka itu.
“Ok, Renjun, Haechan dan Jaemin kalian mantau dari sini, gue sama Lucy yang ke dalam dan winter Lo tau harus ngapain?” Seru Jeno.
Mereka semua mengangguk. “Iya Jen aman,” Ucap Winter.
“Inget kecepatan nomor 1,” ucap Lucy sebelum mereka turun dari mobil.
Jeno dan Lucy berjalan ke dalam Hotel, lalu mencari ruangan dimana mereka akan menjalankan aksi.
Di dalam ruangan tersebut sudah banyak orang yang berkumpul, dari Jaksa, polisi, wartawan, dewan, dokter, dan pejabat lainnya.
Tepat didepan ruangan tersebut bertuliskan 'Pengesahan Kim beauty hospital.'
Ya benar, ini adalah acara pengesahan rumah sakit kecantikan terbaru mama Bella, atau istri dari pak Kim sang kepala sekolah.
Setelah masuk kedalam ruangan tersebut, Jeno langsung menghampiri seorang perempuan pekerja lepas, yang sedang mengatur semua acara yang akan di mulai.
“Permisi, apa anda adalah pekerja lepas?” Tanya Jeno.
“Ahh, iya kenapa?”
“Saya melihat anda beberapa hari yang lalu di acara tv, membawakan berita cuaca. Dan sekarang anda sedang mengatur acara ini, senang bertemu dengan anda,” ucap Jeno sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan perempuan itu.
Selagi Jeno berbasa-basi dengan perempuan itu, Lucy berjalan ke sebuah meja dimana laptop untuk persentase tersedia. Dia segera memasukkan sebuah flashdisk disana.
“Terhubung,” Ucap Lucy pelan melalui Earphone yang tersambung ke Agent Irregular lainnya.
Haechan yang mendengar hal tersebut ia langsung menjalankan tugasnya. “Sebentar, tahan,” ucapnya.
Winter berjalan menuju kedalam hotel, sedari tadi ia menunggu diluar. Ia melihat keluarga Kim telah tiba, Bella, ibu dan ayahnya.
“Keluarga Kim telah tiba,” Lapor Winter melalui Earphone.
Mendengar laporan dari Winter, Lucy segera melirik ke arah Jeno yang masih saja berbicara dengan perempuan tadi.
Lucy membuat kode agar Jeno menyelesaikan pembicaraan mereka. Namun sepertinya Jeno tidak menangkap.
Karena kesal, Lucy segera berjalan mengarah ke Jeno dan menabrak badan Jeno.
“Ahh, kalo begitu kapan-kapan kita ketemu lagi, sampai jumpa lagi nona Shin,” pamit Jeno, lalu berjalan menghampiri Lucy.
“Lama bener Lo,” protes Lucy.
“Cantik,” Celetuk Jeno membuat Lucy menendang kaki kanannya.