Elvano tidak pernah melepaskan genggaman tangannya. Ia menggenggam tangan gadis yang sangat ia sayangi sedari tadi.
Sudah hampir 2 jam ia menunggu Kayla bangun, namun belum ada tanda-tanda.
Dokter bilang tidak perlu khawatir, tusukan yang Kayla dapat tidak merusak organ dalamnya, bahkan Kayla tidak mengalami pendarahan. Kayla hanya mengalami shock, kemungkinan dia akan sadar dalam beberapa jam.
“Bangun sayang.” Kata itu yang di keluarkan oleh Elvano sedari tadi. Bahkan sesekali matanya mengeluarkan air membasahi pipinya.
Ceklek
Suara pintu terbuka, di ambang pintu menampakkan Aksa, Johan, Haris, dan Raka yang baru tiba di rumah sakit.
Mereka segera menghampiri Elvano yang ada di sebelah Kayla yang belum siuman.
“El,” panggil Aksa seraya menepuk pundak Elvano.
Elvano tersadar kehadiran mereka, ia hanya menyambutnya dengan senyuman.
“Kenzo beneran gila El,” Ucap Johan. Elvano hanya tersenyum, sudah ia duga.
“Mau gimana lagi,” Sahutnya dengan nada rendah.
“Warriors bubar.” Aksa menghela nafasnya setelah mengeluarkan kata itu.
Elvano sedikit terkejut. “Kenapa?” Tanya Elvano.
“Bahkan Kenzo nyerang Haris El, Abang Kayla, malah ngatain ini semua salah Kayla. Dia kemakan omongan gila Laura,” Jawab Raka dengan emosi.
Elvano berusaha menahan emosinya, bisa-bisanya ia menyalahkan Kayla, apa dia tidak tau seberapa sayangnya Kayla ke dia?
Bahkan sampai sekarang Kayla masih sayang ke dirinya, Kayla hanya mengasihani Elvano, dia berusaha menghargai perasaan Elvano. Namun ia berbohong pada dirinya sendiri, bahwa Kenzo lah satu-satunya yang ia sayang.
Raka berdiri tepat di samping Kayla, ia menatap lembut wajah Kayla. “Dia udah berjuang keras,” Gumam Raka.
Mereka semua menatap Raka, seakan-akan bertanya, berjuang keras karena apa?
Raka menghela nafas, ia mendudukkan dirinya di bangku tepat di samping ranjang Kayla, dia berhadapan dengan Elvano.
“Gue bakalan ceritain semua, mungkin Haris udah tau apa yang di derita Kayla, dan apa tujuan Kayla.” Mereka semua mengangguk dan mendengarkan penjelasan Raka semuanya.
Raka menjelaskan dari pertama, ketika Kayla memutuskan untuk sekolah di sini, Januar sudah melihat semua data diri anak warriors.
Tanpa sepengetahuan Kayla, ia menyewa seorang mata-mata dan itu dirinya, Raka lah yang memata-matai Kayla selama ini.
Dia menjaga Kayla dari jauh, bahkan ia tau semua perbuatan yang Kayla lakukan. Tidak di sangka bahwa masalah ini kemana-mana.
“Gue berusaha cari informasi tambahan dari Laura, dan gue serahin ke Bang Janu,” Ucapnya membuat mereka semua terdiam.
Mereka semua berusaha mencerna penjelasan dari Raka, kecuali Haris tentu saja ia telah mengetahui semuanya.
Raka lanjut menjelaskan semuanya, ia menjelaskan dari Kayla yang mempunyai alter ego, sampai perbuatan yang di lakukan oleh Queen pribadi lain dari Kayla. Tentu saja mereka semua shock, di balik tubuh mungil, muka yang polos dari Kayla tersimpan sejuta rahasia yang bisa menghancurkan bumi.
Raka menatap mata Kayla. “Kenapa dia milih Lo El? Karena dia percaya Lo, dia butuh Lo. Kayla tidak percaya diri atas dirinya sendiri, gue paham yang dia alami, karena itu terjadi pada adik gue,” lirih Raka. “Tapi haris dan abang-abangnya yang lain berhasil buat Kayla bertahan, berbeda dengan gue, gue kehilangan adek gue,” Sambungnya.
Elvano tidak bisa menahan lagi emosinya ia sangat benci terhadap Kenzo, jika ia tau ini dari dahulu, maka ketika pertemuan pertama mereka, ia takkan membiarkan Kenzo yang memeluk Kayla dengan erat.
Elvano berdiri dari duduknya ia hendak keluar namun di tahan oleh Johan dan Aksa. “Emosi gak ada gunanya El, mereka lebih berkuasa, bantu Kayla, gue yakin Kayla bakalan nerima bantuan dari kita,” Kata Raka.
Elvano kembali duduk ia mengelus pelan tangan kanan Kayla. “Maaf,” lirihnya.
