Panglimakun

Setelah perjalanan 17 Jam menuju Spanyol, akhirnya Januar telah tiba di sebuah pelabuhan yang ada di negara itu.

Ia berjalan menuju dermaga di mana kapal berlabuh. Sesaat sampai dermaga mata Januar tertuju pada satu yacht lumayan besar di sana. Tidak ada lagi kapal selain kapal itu, dengan cepat ia melangkah masuk ke dalam kapal tersebut.

“look who's here,” Ucap seseorang yang sudah bersumpah darah dengan posisi berlutut menghadap Januar yang baru saja masuk ke kapal tersebut.

“Shut your mouth christian!” Perintah Yuda, namun Christan sama sekali tidak peduli dengan perintah Yuda.

“De'Luca Junior Still alive!” Serunya dengan kekehan.

Daffa sudah siap menembak kepala Christian dari belakang, namun ia menurunkan kembali pistolnya melihat kode dari Januar.

“Hai Christan, lama tidak berjumpa,” Sapa Januar basa-basi.

Chirstian terkekeh. “Sepertinya tuan ledoardo akan senang dengan berita yang akan ku sampaikan nanti,” Ucap Christan dengan bangga.

Januar terkekeh mendengar hal tersebut. “Pisau,” Kata Januar seraya menjulurkan tangannya meminta pisau.

Jeffery menyerahkan sebuah pisau ke tangan Januar. “Tarik,” perintah Januar untuk menarik katrol yang mengikat tangan Christian.

Dalam sekejap Christian sudah tergantung dengan badan yang sudah naked, dan banyak bekas cambukan di badannya.

Januar duduk di depan kaki sebelah kanan Christian. “Saya harap kamu bisa jalan setelah ini, dan sampaikan berita ini dengan bangga terhadap tuan mu,” kata Januar dengan nada yang sangat rendah.

Sreett

Dengan sekali goresan ia menarik pisau tersebut dari pangkal paha Christian sampai ke telapak kaki depan Christian, membuat kakinya mengeluarkan banyak darah.

“Arghhh, Fuck you !” Jerit Christian kesakitan.

Januar terkekeh, begitupula para araster Zone yang lainnya. Bahkan Marva tertawa terbahak-bahak melihat Christian kesakitan.

“Apa kalian sudah cukup?” Tanya Januar kepada mereka.

Mereka semua mengangguk. “Lebih dari cukup,” Jawab Yuda dengan smirk khas di bibirnya.

“Bawa itu kemari,” Suruh Januar. Dengan cepat beberapa bodyguard yang ada disana membawakan sebuah tempat duduk yang terbuat dari kayu dan menaruh di bawah kaki Christian.

Tidak cukup itu saja, dua bodyguard mereka yang lainnya membawakan dua box di tangan mereka masing-masing.

Januar berdiri lalu menatap Christian sejenak. “Just kill me De'luca Junior!” Pinta Christian dengan nada yang tersengal-sengal ketakutan.

Januar tersenyum dan menatap Christian dengan seksama. “Saya akan memberikan kamu sedikit hadiah Christian untuk kerja keras kamu selama ini,” Sahut Januar di tanggapi tawa oleh mereka yang ada di ruangan tersebut.

“Fuck you all!” Umpatnya lagi.

Januar terkekeh. “Urus lebihnya, saya mau mayatnya di kembalikan ke atasannya, lalu bersihkan Yacht saya,” Perintah Januar lalu keluar dari ruangan tersebut.

Dengan satu lirikan dari Tristan para bodyguard memahami kode tersebut. Dengan cepat mereka menurunkan sebuah box besar dan panjang transparan menutupi tubuh Christian, seakan-akan box itu adalah tameng antara dirinya dan para araster Zone di sana.

“Sudah tuan,” lapor bodyguard tersebut.

Tristan mengeluarkan sebuah toples yang berisikan anak-anak kelabang dengan jumlah yang sangat banyak di sana.

“Say hi ke anak-anak yang lucu ini Christian,” Kata Tristan sambil menunjukan toples yang ada di tangannya.

“No, please kill me, jangan siksa saya!” Jerit Christian memberontak.

“Okay, kami akan membunuhmu dengan cepat,” sahut Tristan lalu mengode ke saudaranya yang lain untuk sedikit menjauh dari sana.

Dengan cepat mereka melangkah mundur secara bersamaan. Tristan melempar toples yang ada di tangannya itu ke dalam box transparan yang ada Chirstian di dalamnya.

Toples tersebut pecah mengenai lantai, membuat anak-anak kelabang tersebut keluar dari toples dan menaiki box tersebut sedikit demi sedikit.

“Are you kidding me?” Tanya Chritian yang masih meremehkan keadaan.

Tristan terkekeh. “Of course no,” Jawabnya dengan tegas.

“Lihat ke atas Christian,” ucap Yuda.

Christian menatap ke atas. Di atasnya sudah ada box transparan berisikan kelabang, bukan anak kelabang dan juga kalajengking disana.

“Nikmati hadiah dari kami,” Ucap Daffa ke Christian.

“Fuck you!” Umpat Christian lagi.

Dwussss

Dengan sekejap serangga-serangga tersebut menyerbu dan memenuhi badan Christian. Bahkan anak-anak kelabang tadi sudah memasuki hidung dan juga segala lubang yang ada di tubuh Christian.

Mereka semua beranjak keluar dari ruangan tersebut, tidak ingin melihat hal itu lagi, karena sudah di pastikan Christian akan mati dalam sekejap, dan itu tidak asik bagi mereka.

“Good Job all,” puji Januar yang sedang menunggu mereka semua di luar.


Kayla turun dari motor Haris, hari ini ia ke sekolah tentu saja dengan Haris mengingat 8 kakaknya yang lain sedang di luar negeri. Entah sedang mengurus apa, tiba-tiba mereka semua secara bersamaan keluar negeri.

Kayla melangkahkan kakinya bersamaan dengan Haris, mereka sampai di mana anak-anak warriors sudah berkumpul dan jangan lupa Laura dan Poppy ada disana.

“Good morning!” Sapa Kayla dengan ceria.

“Good morning Kayla,” sahut mereka serentak kecuali Kenzo, Laura dan Poppy yang tidak menjawab sapaan Kayla.

“Kenzo marahan sama si cabe kecil itu?” Bisik Poppy ke Laura. Namun Laura tidak menjawab ia menyuruh Poppy untuk diam.

Kayla tersenyum lalu ia berkata. “Gue duluan ya,” pamit Kayla lalu ia beranjak dari sana.

“Gue? Sejak kapan ada kata gue di kamus adek Lo har?” Tanya Aksa kebingungan.

Haris hanya menggeleng tidak tau. “Bingung kakanda,” celetuk Aksa.


Tringgg

Bel menandakan istirahat telah tiba. Kayla menutup dan memasukkan buku-bukunya ke dalam laci mejanya. Ia menghampiri Hasmin sang ketua kelas yang ada di bangku pojok paling depan.

“Eum Hasmin boleh antar Kayla keliling sekolah gak? Kayla belum terlalu hafal,” Pinta Kayla. Hasmin mengangguk. “Ayo,” Jawabnya.

Di sana ada Reva pacar Hasmin, dan Juga Yasmin kembaran Hasmin, namun mereka biasa saja terhadap Kayla. Yang sewot malahan anak-anak lain di kelas.

“Rev, Lo gak takut si Kayla rebut cowok Lo? Dia kan murahan, kayak cabe-cabean,” Ucap salah satu cewe disana dengan mengejek Kayla.

Kayla yang masih di sekitar kelas dapat mendengar ucapan cewe tersebut, ia hanya tersenyum yang tidak dapat di artikan.

Reva menghela nafas ia jalan menghampiri cewe itu dan gerombolannya. “Kayaknya gue lebih mending di tikung Kayla, karena Kayla lebih manis dari pada Lo deh,” Sarkas Reva lalu berjalan hendak ke luar kelas, ia sengaja menabrak bahu cewe yang menghina Kayla tadi.

Reva berhenti sejenak dan membalikkan badannya. “Oh ya, cabe jangan manggil cabe, dan jangan menganggap seseorang murahan kalo lo lebih murahan dari lo,” tambah Reva lalu ia benar-benar keluar dari kelas di ikuti oleh Yasmin.

“Kece!” Puji Yasmin Ke Reva.


Hasmin menjelaskan semua ruangan-ruangan yang ada di sekolah ini ke Kayla. Sekarang mereka sudah berada di lantai 4 dimana banyak ruangan-ruangan penting, dan juga kelas 12 di sini.

Tidak sengaja Kayla berpapasan dengan Kenzo dan juga mata mereka saling menatap satu sama lain.

“Oh ya Hasmin, nanti Kayla nonton Hasmin latihan ya bareng Reva dan Yasmin boleh ya?” Tanya Kayla sengaja mengeraskan suaranya agak di dengar oleh Kenzo.

Hasmin sedikit kaget, namun ia mengangguk. “Boleh dong,” Jawabnya.

“Yeayyy!” Seru Kayla dengan gembira.


Kenzo memasuki rumah Haris setelah Haris membukakan pintu untuknya.

Ia dan Haris melangkah masuk namun Kenzo sedikit terkejut melihat Kayla yang sudah tertidur dengan posisi kepala di pangkuan Elvano.

Kenzo tidak tau kenapa tiba-tiba hatinya terasa sakit melihat itu. Namun ia berusaha untuk baik-baik saja.

“Oh hai,” Sapa Aksa yang sedang bermain game dengan Johan dan Raka.

Kenzo tersenyum mendengar sapaan Aksa. “Hai,” Sapa Kenzo.

Kenzo duduk di sofa yang sama di mana Kayla tertidur, ia duduk tepat di depan kaki Kayla.

Elvano sama sekali tidak tertarik dengan kedatangan Kenzo. Bahkan menatap mata Kenzo ia tidak mau.

“Jadi gimana Ken?” Tanya Haris tiba-tiba.

Mendengar pertanyaan Haris. Aksa, Johan, dan Raka menyudahi permainan mereka.

“Ya seperti kalian tau event kita akan di adakan 2 hari lagi, lawan anak firework,” Jawab Kenzo singkat.

Aksa mengangguk di ikuti oleh Raka dan Johan. “Btw kan ketua mereka udah keluar tuh,” cicit Johan.

“Sudah di gantikan, dan rumornya dia anak sekolah kita,” Jawab Elvano di saut anggukan oleh mereka.

“Btw ken, lo kalo ada apa-apa bilang ke kita, jangan cewe Lo jadiin pelampiasan. Baik itu Kayla ataupun Laura,” Ucap Raka tiba-tiba.

Kenzo mendengus kesal mendengar perkataan Raka. “Semurahan apapun tingkah laku mereka, Lo gak berhak berkata kasar apalagi sampe buat Kayla luka,” tambah Raka.

“Kakanda setuju,” timpal Aksa menyetujui perkataan Raka.

Haris menatap mata Kenzo, ia tau bahwa Kenzo tidak nyaman dengan topik yang sekarang. “Dah lanjut dulu yok,” ucap Haris mengalihkan topik pembicaraan mereka.

Mereka pun melanjutkan pembicaraan mengenai event yang akan di laksanakan dua hari lagi.

Kayla semakin larut dalam tidurnya, Elvano tersenyum melihat Kayla. Ia senang melihat gadis cantik yang tertidur di pangkuannya itu bisa tertidur lelap.

Sebenarnya Kayla hendak tidur di kamarnya, namun mengingat setiap malam ia akan di temani terlebih dahulu oleh kakak-kakaknya sebelum tidur dan sekarang tidak ada siapa-siapa, jadi ia memutuskan untuk tidur di sofa. Dan berakhirlah tertidur di pangkuan Elvano.


Kayla memasuki kamar Januar tanpa izin terlebih dahulu. Ia melihat sang kakak yang sedang membaca buku di kasurnya.

Januar sedikit terkejut melihat kedatangan Kayla. Bukan karena Kayla tidak izin terlebih dahulu, namun ia terkejut melihat sang adik yang sangat berantakan.

Mata sembab, rambut berantakan, air mata yang mengalir deras. “Hei kenapa?” Tanya Januar khawatir.

Kayla segera naik ke atas kasur dimana Januar berada. Ia memeluk sang kakak sangat erat. “Kenapa Kayla?” Januar bertanya lagi seraya mengelus punggung sang adik agar sedikit tenang.

Kayla masih sesenggukan namun ia berusaha untuk menjawab pertanyaan sang kakak. “Apa Kayla mu..murahan? Apa Kayla men.jijikkan-” ucap Kayla terbata-bata di karenakan tangisannya.

Januar sangat kaget mendengar itu. “Says who?” Tanya Januar tegas.

Tangisan Kayla semakin menjadi-jadi, ia semakin terisak. “Apa- kal-ian hanya pura-pura sayang sama Kayla?” Tanya Kayla lagi dengan terbata-bata.

Muka Januar menjadi merah, ia sangat marah sekarang. Siapa yang membuat sang adik menjadi seperti ini? Ia bersumpah untuk membunuh orang itu jika ketahuan.

“Hei, hei denger,” kata Januar menenangkan Kayla. Ia mengelus rambut sang adik dengan lembut. “Kita semua sayang sama kamu, gak ada yang pura-pura. Bahkan kita sangat-sangat bersyukur atas kehadiran kamu, dengan adanya kamu kita semua bisa akur Kayla,” sambung Januar.

Jawaban dari Januar membuat Kayla sedikit tenang, namun dadanya masih terasa sesak. Bahkan ia semakin terisak di dalam pelukan sang kakak.

Januar mencium pucuk kepala Kayla dengan lembut. “Udah ya, nanti kita hukum orang jahat yang buat kamu jadi begini.” Kayla mengangguk di dalam pelukan Januar.


Kayla sudah tertidur di samping Januar, dengan susah payah ia menenangkan sang adik, dan sekarang ia berhasil membuat Kayla tertidur nyenyak di sampingnya.

“Siapapun akan iri dengan posisi kita Kayla, mendapatkan seorang adik yang sangat ceria seperti kamu,” monolog Januar.

Tiba-tiba handphone Januar berbunyi. “Halo,” sapanya.

”......”

“Kok bisa!” Ucap Januar tersentak kaget.

”......”

“Ya saya ke sana sekarang.”

Dengan terburu-buru Januar beranjak dari tempat tidurnya, ia hendak keluar namun berbalik lagi untuk mencium kening sang adik.

“Sebentar ya sayang,” Ucapnya lalu segera keluar dari kamar.


“Haris tidak ada orang di rumah, panggil temen kamu berapapun itu. Jaga rumah dan Kayla, Abang mau pergi mungkin agak lama,” Ucap Januar terburu-buru.

Haris menanggapi nya dengan santai. Ia tau situasi apa yang sedang di hadapi oleh Abang-abang nya yang lain. Semua itu urusan mafia kelas kakap seperti mereka.

Haris mengambil handphonenya dari saku celana, ia menelepon seseorang dari Handphone. “Halo ke sini ya, gak pake lama!” Suruh Haris lalu mematikan telepon secara sepihak.


Kinan memasuki kamar Kayla, ia melihat Kayla yang duduk di depan kasurnya seraya bermain dengan kucing kesayangannya.

“Bubble gum sehat Kayla?” Tanya Kinan setibanya di samping Kayla.

“I'm not Kayla,” Jawab Kayla tegas.

“No, kamu tetap Kayla,” Jawab Kinan tak kalah tegas.

“Queen! I'm Queen!” Seru Kayla.

Kinan terkekeh, ia ikut mengelus bubble gum kucing imut Kayla. “Mau gimanapun kamu adalah Kayla, dan Queen nama kamu dari papa, itu akan di pakai jika kamu di Spanyol Kayla,” Ucap Kinan membuat Kayla sangat kesal.

Kayla hendak berdiri namun di tahan oleh Kinan. “Bilang, bilang apa tujuan kamu Queen,” Tagih Kinan.

Mendengar dirinya di panggil dengan Queen, Kayla sedikit menahan emosinya. “Queen akan mengungkapkan kebenaran seperti yang papa mau,” Jawab Kayla. “Izinin Queen kali ini saja Dok, Queen janji setelah ini Queen akan hidup sebagai Kayla selamanya,” Lanjutnya.

Kinan menghela nafas panjang. “Setelah semua berakhir, kita akan menjalankan semua cara untuk memulihkan diri kamu, kamu harus nurut janji?” Tanya Kinan.

“Promise!” Seru Queen.

“Oke then, saya mau bicara sama Kayla.”

Ekspresi Kayla yang dari tadi dingin, kini berubah 360° menjadi gadis periang lagi. “Hwalooo kak Kinan! Kayla tadi luka hueeee,” rengek Kayla seraya menunjukkan tangannya yang berdarah.

Kinan terkekeh, segitu cepatnya emosi dalam diri Kayla berubah. “Di suntik aja mau?” Tanya Kinan menakuti Kayla.

“KAKAK!” Teriak Kayla sukses membuat kesembilan kakaknya muncul dari balik pintu dengan segala perkakas yang ada di tangan mereka.

“Apa siapa yang jahatin adek,” kata Tristan dengan sendal di tangannya.

“Mana yang jahat dek?” Tanya Januar dengan sebuah pistol di tangannya.

“Gak bener nih, minta di jual yang jahatin adek,” ucap Thomas dengan pisau dapur di tangannya.

Yuda dengan sapu, Daffa dengan panci yang ia ambil ketika sedang masak dengan Thomas. Jeffery dengan Sutil, Jack dengan gelas di tangannya yang tidak tau untuk apa gunanya. Marva dan Haris yang memegang sebuah sendok dan garpu seakan-akan siap buat memakan orang yang membuat adiknya ketakutan.

Kayla tertawa, namun tidak dengan Kinan ia meneguk Saliva nya ketakutan. “Pupuwww Kak Kinan!” Seru Kayla dengan kekehan, kesembilan Kakanya sadar bahwa itu hanya candaan dari Kayla. Namun mereka tetap menjalankan perintah sang adik.

“Ayo Kinan, mau jadi sop atau rendang?” Ucap Thomas membuat Kinan bergidik ngeri.


Kinan sudah berada di ruang kerja Januar lagi, baru saja ia datang kembali ke rumah keluarga Pratama.

“Ceritakan semuanya,” Tagih Kinan.

Januar menghela nafas kuat. “Kita semua terlahir dari rahim yang berbeda-beda, ada beberapa dari kami yang memang saudara kandung. Seperti saya dan Mark,” ucap Januar menjelaskan. “Dan Kayla terlahir dari rahim wanita yang sangat di sayangi oleh papa,” Sambungnya.

Kinan masih mencerna semua ucapan Januar. “Tapi sangat di sayangkan papa sangat tidak ingin anak perempuan, ia sangat ingin anak yang kuat, yang bisa melanjutkan bisnisnya di dunia hitam ini,” Kata Januar.

Kinan menghela nafas, ia menatap raut wajah Januar. Raut wajah yang seakan-akan tidak ingin melanjutkan ceritanya. “Kayla tumbuh penuh dengan tekanan Kin, ketika kita di persiapkan Sekokoh mungkin, itu hal bisa.” Januar berhenti sejenak. “Tapi berbeda dengan Kayla, ia bahkan harus menerima kekerasan yang sangat-sangat membuat dia-”

“Membuat dia di diagnosa short term memory loss, di usia 5 tahun,” Potong Kinan.

Januar mengangguk. “Itu alasan dia membuat pribadinya yang kedua, alter ego kondisi di mana seseorang membentuk karakter lain dalam dirinya secara sadar,” Ucap Kinan menjelaskan keadaan Kayla.

“Karakter lain ini sering kali merupakan gambaran ideal tentang dirinya, yang tidak bisa dia realisasikan dan hanya mampu ia idam-idamkan. Karakter yang sangat di inginkan oleh papa kalian, Queen yang dia buat,” Sambung Kinan.

“Apa dia menderita DID?” Tanya Januar.

Kinan menggeleng. “DID tidak sama dengan alter ego, penderita DID biasanya menyebut diri mereka dengan 'kami'. Dan biasanya penderita DID memiliki lebih dari 2 kepribadian,” Jawab Kinan.

“Pada saat identitas alternatif tengah menguasai tubuh dari orang yang mengidap DID itu maka identitas alternatif itulah yang akan menguasai tubuh sepenuhnya, dia yang akan memegang kendali terhadap tubuh seutuhnya dalam beberapa waktu ke depan,” sambungnya.

Januar menyimak penjelasan Kinan dengan seksama, ia mencerna baik-baik apa yang di jelaskan oleh Kinan.

“Sehingga perubahan yang akan terjadi adalah secara total. Aksen bicara, memori, nama, usia, bahkan gender kepribadian ini akan benar-benar akan berbeda. Penderita takkan mampu mengingat apa yang terjadi pada diri Anda saat kepribadian yang lain sedang mengambil alih.” Kinan menghela nafas kasar.

“Berbeda dengan alter ego, Perubahan identitas pada orang yang memiliki alter ego dilakukan dengan sadar dan masih dalam wewenang identitas asli. dan itu yang terjadi pada Kayla, ia mengingat semuanya, dan itu dalam kendali dirinya sendiri. Hanya saja di lakukan oleh pribadi lain yang ia ciptakan agar ia bisa memenuhi keinginannya,” Finish Kinan menjelaskan tentang Kayla.

“Kenapa?” Tanya Januar.

“Dulu dia kesepian Jan, ada beberapa alasan kenapa seseorang dapat memunculkan pribadi mereka yang lain. Dalam kasus Kayla, ia tidak ingin mendapatkan kekerasan lagi, maka ia membuat pribadi yang sangat di idamkan oleh papa kalian,” Jawab Kinan.

“Kenapa harus memunculkan pribadi yang berbeda? Kenapa tidak dia yang berubah?” Tanya Januar lagi.

“Tidak semudah yang kamu pikirkan Janu, ada beberapa alasan. Dan kamu harus tau alasan apa yang keluar dari mulut dia sendiri,” sanggah Kinan.

Januar menatap Kinan kebingungan, seakan-akan matanya sedang bertanya apa alasannya?

“Karena Kayla yang di sayang 9 kakak Kayla, Kayla bisa kehilangan 1 papa maka Kayla ganti dengan Queen agar papa tidak kecewa. Tapi Kayla tidak mau kehilangan 9 kakak Kayla, Kayla sayang mereka,” Jawab Kinan. “Itu yang dia bilang ke gue pada saat itu,” Lanjutnya.

Januar terdiam seribu bahasa mendengar alasan tersebut. Bahkan matanya terasa sangat panas. Segitu besarnya kah sayangnya Kayla terhadap mereka?


Kayla berlari sekencang mungkin menuju parkiran, dan benar saja di parkiran tertinggal anak-anak warriors dan juga Laura disitu.

“Maksud kak Laura apa?” Tuntut Kayla setibanya di sana.

Mereka semua menatap Kayla kebingungan. “Maksud? Lo ngomongin apa sih?” Tanya Laura kebingungan.

Kayla mengeluarkan handphone lalu memutar video yang ia dapat dari anonymous tadi. Laura melihat video itu dengan seksama, ada perasaan takut di dirinya tiba-tiba namun ia berusaha tenang.

Setelah selesai Kayla kembali meletakkan handphone nya ke saku baju sekolahnya. “Kak Laura neror aku kenapa kak? Kayla gak salah apa-apa sama kakak!” Bentak Kayla.

Kenzo kebingungan mendengar perkataan Kayla. “Maksud lo Kay?” Tanya Kayla.

“Kak Laura yang meneror Kayla !” jawab Kayla dengan nada tinggi.

“Lo ada bukti?” Tagih Kenzo. Dengan segera Kayla membuka kembali video tersebut.

“Bahkan di video itu tidak terlihat muka nya, darimana Lo bisa nyimpulin itu Laura?” Tanya Kenzo kembali.

Laura mengangguk setuju. “Kalo yang begini baru jelas, murahan,” gerutu Laura, lalu mengeluarkan handphone nya dan menunjukan sebuah video ke Kenzo.

“Itu Lo kay?” Tanya Kenzo. Video tersebut menunjukkan dimana Kayla sedang berpelukan dengan seorang cowo.

“Kak Sandy,” ucap Kayla.

“Siapa Lo? Om-om simpanan lagi? Cih dasar murahan,” sindir Laura.

Kayla memasang muka marah, dengan segera ia menjambak rambut laura. “Kok kakak ngalihin pembicaraan? Padahal tadi jelas-jelas lagi bahas kalo kakak neror Kayla!” Bentak Kayla dengan tangan yang masih menjambak rambut laura.

“Arghh, Ken tolong sakit,” ringis Laura kesakitan ia bahkan tidak melawan sama sekali.

“Kayla lepas!” Bentar Kenzo. Dengan tidak sengaja Kenzo mendorong badan Kayla membuat Kayla jatuh dan terbentur aspal.

“Aw, sakit.”

Kenzo merasa kasihan, namun ia juga merasa marah dengan Kayla. Dia seenaknya menuduh Laura yang bukan-bukan dan menjambak Laura dengan brutal. “Memang bener semua cewe manja itu MURAHAN!” Ucap Kenzo dengan menekankan kata 'murahan'.

Kenzo menarik tangan Laura dan membawa Laura pergi dengan motornya. Meninggalkan Kayla dan anak-anak warriors disana.

“Lo Gpp kay?” Tanya Elvano menghampiri Kayla.

Elvano melihat tangan Kayla berdarah karena tergores aspal, ia hendak menolong Kayla namun segera di tepis kuat oleh Kayla.

Kayla segera berdiri lalu berlari keluar dari sekolah, dan menaiki sebuah taksi.

Elvano hendak mengejar, namun di tahan oleh haris. “Lo abangnya kenapa diam aja dari tadi sih?” Kesal Elvano.

Haris tersenyum simpul. “Lo bakalan tau suatu saat nanti, gak usah di kejar. Kita ikutin dari belakang,” Jawab Haris.

“Gue sama Raka ke basecamp ya, biar Aksa, El, sama Lo Haris, yang ngikutin Kayla,” Usul Johan.

Mereka semua mengangguk. Lalu segera beranjak dengan motornya masing-masing.


Kayla melangkahkan kakinya dengan ceria menuju ke kelas. Namun langkahnya terhenti ketika sudah berada di depan pintu.

Kayla membaca sebuah tulisan besar di papan tulisnya. “Pembunuh,” lirih Kayla membaca tulisan tersebut.

Teman-teman sekelas Kayla segera menatap Kayla. Ada yang menatap kasihan, dan ada yang menatap tidak percaya. Salah satu cowo yang ada di kelas itu segera berlari ke papan tulis dan menghapus tulisan tersebut. “Udah Kayla, cuman orang asing, Lo tau kan sekolah kita lagi di teror,” ucap cowo itu.

Kayla tidak menghiraukan perkataan dia, ia langsung berlari entah kemana.

“Cih, cabe,” cibir salah satu cewe di kelas itu.

“Cabe ngatain cabe,” balas seorang cewe yang ada di kelas itu juga.


Brugg

Kayla menabrak seseorang yang baru saja keluar dari ruang kantor yang ia lewati. Kayla menatap orang tersebut.

Raut wajahnya langsung berubah, yang tadi sedih sekarang menjadi murka, ia menatap sinis orang tersebut. Lalu dengan segera melangkahkan kakinya menjauh.

“Tidak sopan, siapa dia?” Tanya orang tersebut sedikit marah.

“Ahh maaf pak, dia murid baru, pak ledoardo ingin ke kelas Kenzo?” Tawar salah seorang guru.

“Tidak usah, saya ingin bertemu dengan kepala sekolah segera,” tegasnya.


Kayla tidak berhenti tersenyum sedari tadi, ia sangat senang ketika di bawa ke tempat dimana anak Warriors biasa berkumpul.

Dia melihat postingan anak-anak warriors yang membuat dirinya tersenyum lebar. Dan juga mendengar perdebatan mereka secara langsung.

“Senyumin apa dari tadi sih hm?” Tanya Kenzo setibanya di samping Kayla. Kenzo baru saja balik dari toilet.

“Lihat postingan kak Haris, dan ezo dan kakak yang lainnya,” jawab Kayla.

Kenzo tersenyum ia mengacak pelan rambut sang gadis yang ada di depannya. Ia sangat suka senyuman yang di tunjukan Kayla sekarang, inilah Kayla. Kayla yang manja.

Kayla mengambil sebuah Snack yang ada di sampingnya. “Ezo coba ini,” Kata Kayla sambil menyuapi Kenzo Snack keju yang ada di tangannya.

Kenzo mengangguk, ia menerima suapan dari Kayla. “Enak,” sahut Kenzo.

“Iyakan? Kayla gak pernah tau makan yang kayak gini, kata kak Thomas nanti batuk,” rengek Kayla membuat Kenzo terkekeh gemas.

“Kayla jangan makan Chiki!” Seru Haris dari sana yang sedari tadi berdebat dengan yang lain namun berhenti sejenak ketika melihat Kayla makan jajanan ringan.

“Ihh gpp tauk, gak ada kak Thomas juga,” Tanggap Kayla.

Kenzo lagi-lagi terkekeh, ia mengusap rambut Kayla pelan. “Pelan-pelan aja makannya,” ucap Kenzo.

“Ezo kalo kapan-kapan Kayla minta di ajak kesini lagi boleh nda?” Tanya Kayla dengan mulut yang masih mengunyah.

Kenzo mengangguk. “Boleh cantik,” Jawab Kenzo dengan senyuman.


“Kayla, sorry,” ucap Kenzo seraya menahan tangan Kayla. Kenzo berhasil mengejar Kayla walaupun nafasnya harus terengah-engah karena berlari.

Kayla menatap Kenzo. “Sorry?” Tanya Kayla dengan nada tegas. Kenzo sedikit kebingungan kenapa nada bicara Kayla tidak seperti biasanya.

“Ya, sorry Kayla. Tadi gue gak bermaksud buat sama Laura,” jelas Kenzo.

Kayla tersenyum. “It's okay, not my problem,” Jawab Kayla lalu melangkah pergi meninggalkan Kenzo.

“What?” Bingung Kenzo. Dia bingung dengan nada bicara dan tingkah laku seorang Kayla. “Lo marah kay?” Tanya Kenzo pada dirinya sendiri.


Kayla menghentikan langkahnya ketika merasa bahwa Kenzo tidak mengikuti dirinya sendiri. “I'm not Kayla,” monolog Kayla.

Mata Kayla menatap ke lapangan, ia melihat 2 cowo dan 2 cewe yang pernah ia lihat sebelumnya. Dengan langkah yang santai Kayla menghampiri orang tersebut.

“Hai kak,” sapa Kayla dengan ramah.

Mereka menoleh ke arah Kayla. “Hai,” sahut salah satu cowo dari mereka.

“Lo adik Haris, yang di hate habis-habisan di base kan?” Tanya seorang cewe ke Kayla.

Kayla mengangguk, matanya menuju ke sebuah kotak susu yang belum di sentuh sama sekali di meja depan mereka.

“Ya, itu kak Haris, bonyok oleh kalian bukan?” Tunjuk Kayla. Mereka melihat serentak kearah dimana Kayla menunjuk.

Kesempatan itu di gunakan dengan baik oleh Kayla. Ia menukar kotak susu yang ada di depan mereka dengan susu yang ada di kantongnya.

Tepat di mana Kayla berhasil menukar susu tersebut, mereka berempat kembali menoleh ke Kayla. “Terus?” Tanya mereka serentak.

“Nothing,” Jawab Kayla dengan tegas lalu pergi dari hadapan mereka.

Kayla tersenyum simpul ketika sudah menjauh dari mereka. “I'm Queen, so Kayla, Lo harus seperti gue. Jangan lemah!” Monolog Kayla, ah tidak Queen.

Setelah melihat Kenzo yang sedang berduaan dengan Laura, Queen berhasil mengambil alih diri Kayla. Dia yang menjalankan semua aksi tadi, tidak Kayla, Kayla tidak akan pernah bisa melakukan hal ini.