Winter adalah orang yang menyetrum Lucy, winter yang menjebak Lucy, winter yang memata-matai Lucy selama ini.
Hati Lucy terasa di belah ketika melihat orang yang di tunjuk oleh atasan Choi adalah winter.
Atasan Choi lagi-lagi mendekati bibirnya ke telinga Lucy. “Bagaimana jika trauma lama saya bangkitkan kembali? Kita lakukan hal yang sama?” Tanyanya dengan nada ancaman.
Dada Lucy terasa sesak, ingatan masa lalu, trauma masa lalu kembali mendatangi pikirannya. Ia sangat ketakutan, namun tidak ada yang bisa membantunya sekarang.
Lucy memberanikan diri untuk menatap mata atasan Choi, walaupun dengan tatapan sayu dan lemah Lucy berusaha untuk mempertajam tatapannya. “Fuck you,” umpat Lucy seraya meludah ke muka atasan Choi.
Kesal atas perbuatan Lucy, atasan Choi menampar wajah Lucy dengan sangat keras, membuat darah mengalir deras dari hidung Lucy.
Pasrah dengan apa yang ia terima, Lucy kembali mendongak dan menatap mata atasan Choi yang terlihat kesal. “Just.... Just fucking kill me!!!” Pasrah Lucy dengan teriakan kesal, ketawa dan tangisan menjadi satu. “Please......” Mohon Lucy.
Atasan Choi terkekeh, lalu ia melihat ke arah bodyguard dan winter beserta Johnny yang ada disana. “Please she said, y'all,” sarkas Atasan Choi membuat beberapa bodyguard yang ada di sana tertawa, kecuali Johnny dan winter yang hanya menunduk.
“Okey,” tuturnya lalu ia mengulurkan tangan ke salah satu bodyguardnya, bodyguard tersebut memberikan sebuah pistol, dengan cepat atasan Choi mempoint pistol itu tepat di depan kepala Lucy.
Dengan dada yang terasa sangat sesak, Lucy pasrah dengan keadaan. Ia memejamkan matanya, jika memang hari ini nyawanya di ambil maka dari itu akhir penderitaan Lucy ada di sini.
Atasan Choi menarik pelatuk pistol tersebut. Johnny hendak menghampiri atasan Choi, namun ia takut sangat takut.
Lucy membuka matanya, lalu ia menatap mata winter walaupun winter berusaha menghindar. “Thank you.....” Gumam Lucy bahkan hampir tidak terdengar.
Brughhh
Suara dobrakan pintu yang di buat oleh Taeyong membuat seisi ruangan kaget. “S—saya tau, Jeno, Jeno yang berkhianat dia BIN,” ucap Taeyong dengan nafas tersengal-sengal.
“Fuck...” Umpat atasan Choi, lalu ia menurunkan pistol yang mempoint ke kepala Lucy. “Lepas ikatannya,” perintah atasan Choi.
Bodyguard tersebut dengan cepat melepas rantai yang mengikat tangan Lucy, membuat Lucy jatuh tergeletak lemas di lantai.
“Kumpulin semua Agent Regular di ruang rapat,” kata Atasan Choi kepada Johnny. “Dan kamu ikut,” tunjuk atasan Choi ke winter.
Atasan Choi hendak melangkahkan kakinya keluar, disusul oleh beberapa bodyguardnya. Johnny hendak menghampiri Lucy namun sia-sia.
“Jangan ada yang membantu dia, biarkan dia mati kehabisan darah,” ancam atasan Choi, lalu semua orang keluar dari ruangan tersebut kecuali Lucy yang menahan semua sakit.